Temuan ikan yang diduga sebagai piranha perut merah di Bendungan Klau, Raub, memicu kehebohan di tengah masyarakat Malaysia.
Departemen Perikanan (DOF) Pahang langsung mengirimkan rekaman video serta foto temuan tersebut untuk diperiksa.
Oleh petugas, sampel ikan dibawa ke Institut Penelitian Perikanan (IPP) di Glami Lemi, Negeri Sembilan, demi verifikasi spesies.
Direktur Jenderal Perikanan Datuk Adnan Hussain menyatakan proses verifikasi sedang berjalan bersama pihak IPP.
Pemerintah lantas mengimbau warga agar tidak panik serta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil verifikasi keluar.
Isu ini mulai mencuat setelah video penangkapan ikan tersebut viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik.
Berdasarkan penelusuran dinas perikanan, ikan itu ditangkap oleh seorang warga menggunakan jala pada tanggal 26 Agustus.
Nelayan lokal tersebut hanya menangkap satu ekor ikan yang diduga piranha sebelum akhirnya mati di darat.
Petugas juga memastikan tidak ada laporan penemuan ikan serupa lainnya di lokasi sejak kejadian pertama tersebut.
Kehadiran ikan piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) di perairan Malaysia menjadi anomali karena habitat aslinya berada di Sungai Amazon.
