Warga di sejumlah desa di Kalimantan Barat memanfaatkan program konservasi KehatiKu untuk menghasilkan uang.
Mereka dibayar untuk memotret atau merekam suara satwa liar tanpa harus menangkap hewan tersebut.
Skema Pembayaran dan Perubahan Perilaku Warga
Besaran bayaran bervariasi mulai dari Rp 5.000 untuk pengamatan burung hingga Rp 130.000 untuk orangutan.
Peserta yang aktif bahkan mampu mengantongi penghasilan hingga Rp 10 juta per bulan dari program ini.
Program ini mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya kerap berburu burung atau menganggap satwa sebagai hama.
Dampak Positif bagi Ekonomi dan Lingkungan
Pendapatan tambahan ini membantu warga memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai kuliah anak.
Hingga kini, pengguna telah mengirimkan lebih dari 350.000 pengamatan satwa yang sebagian telah divalidasi.
Dukungan pendanaan untuk program lingkungan ini telah diamankan hingga tahun 2028 mendatang.