Amazon Web Services menyatakan bahwa sebagian data pelanggan yang dihosting di Bahrain dan Uni Emirat Arab hilang secara permanen.
Pengakuan ini muncul setelah rangkaian serangan pesawat tak berawak melumpuhkan beberapa infrastruktur penting pusat data tersebut.
Pembaruan dasbor AWS pada 15 September menyebutkan bahwa perusahaan tidak dapat memulihkan akses ke sumber daya yang rusak.
Kerusakan parah terjadi di zona ketersediaan mec1-az2 wilayah Uni Emirat Arab serta meluas ke seluruh zona di Bahrain.
Serangan drone pertama kali menghantam fasilitas tersebut pada 1 Maret menyusul eskalasi konflik regional yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
AWS telah menangguhkan penagihan pelanggan di wilayah terdampak serta memberikan kompensasi kredit senilai USD 150 juta.
Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali meluncurkan serangan rudal yang menargetkan sisa struktur pusat data Amazon pada 24 Juli.
Pihak Amazon berkomitmen untuk terus mendukung pelanggan di wilayah terkait dan berjanji memberikan informasi pemulihan lanjutan.