⌂ Beranda › News › Limbah Buang Makanan Hasilkan Metana yang Perparah Suhu Bumi
News

Limbah Buang Makanan Hasilkan Metana yang Perparah Suhu Bumi

Ilustrasi sampah makanan di tempat pembuangan akhir
Limbah Buang Makanan Hasilkan Metana yang Perparah Suhu Bumi Pexels
A A Ukuran Teks16px

Sisa makanan yang membusuk di tempat pembuangan akhir tidak hanya menjadi masalah pemborosan sumber daya.

Proses penguraian bahan organik tersebut di lingkungan tanpa oksigen menghasilkan gas metana yang memicu pemanasan global.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat lebih dari 1 miliar porsi makanan terbuang setiap hari. Sebagian besar limbah makanan tersebut berasal dari aktivitas rumah tangga.

Ancaman Emisi Metana Global

Limbah makanan bertanggung jawab atas hingga 10% total emisi gas rumah kaca global. Angka tersebut hampir lima kali lipat lebih tinggi dari emisi sektor penerbangan.

Gas metana dikenal memiliki kemampuan memerangkap panas jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida.

Pengurangan emisi metana dari sektor sampah dinilai dapat memberikan dampak cepat terhadap laju kenaikan suhu bumi.

Solusi Pengelolaan Limbah Organik

Pencegahan sejak awal menjadi langkah paling efektif untuk menekan jumlah makanan yang terbuang. Pemerintah bersama berbagai pihak menargetkan pengurangan limbah makanan hingga setengahnya pada 2030.

Selain pencegahan, pemisahan sampah organik dan pengolahan menggunakan larva lalat tentara hitam dapat mencegah terbentuknya metana di TPA.

Metode ini mengubah limbah menjadi kompos serta sumber daya bernilai guna.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru