Penggunaan kecerdasan buatan kini semakin dekat dengan keseharian kalangan remaja.
OpenAI mencatat sebanyak 9 dari 10 remaja memanfaatkan ChatGPT setiap minggu untuk keperluan belajar hingga produktivitas.
Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru bagi keluarga dalam mendampingi anak agar menggunakan teknologi secara aman.
Kesenjangan Literasi AI di Antara Orang Tua
Tingginya intensitas penggunaan teknologi ini ternyata tidak selalu dibarengi dengan kesiapan orang tua.
Survei global UNICRI menunjukkan sebanyak 44% orang tua merasa belum mempunyai pengetahuan yang cukup untuk membimbing anak.
Selain itu, sekitar 49% responden mengaku belum pernah berdiskusi dengan anak mereka mengenai topik kecerdasan buatan generatif.
Pentingnya Percakapan dan Panduan Keluarga
OpenAI menilai setiap keluarga mempunyai dinamika yang berbeda sehingga tidak ada satu pendekatan tunggal yang bisa diterapkan.
Solusi utamanya adalah membangun percakapan terbuka antara orang tua dan anak mengenai pemanfaatan teknologi tersebut.
OpenAI juga memperkenalkan PandAI untuk Keluarga guna membantu orang tua dan remaja dalam membangun kebiasaan bijak.