Militer AS memberikan kontrak senilai lebih dari USD 20 miliar atau sekitar Rp 357 triliun kepada Boeing untuk mengembangkan pesawat tempur generasi keenam.
Proyek jet tempur serang yang diberi nama F/A-XX ini bertujuan untuk memperluas jangkauan kapal induk serta menggantikan armada pesawat lama.
Kesepakatan tersebut menjadikan Boeing memegang dua program pesawat tempur generasi keenam secara bersamaan.
Sebelumnya, perusahaan kedirgantaraan tersebut juga terpilih untuk menggarap proyek F-47 milik Angkatan Udara AS pada tahun 2025.
Peran Strategis Jet Tempur F/A-XX
Kontrak dengan Angkatan Laut AS ini mencakup beberapa unit pesawat uji untuk kebutuhan darat dan evaluasi kelaikan udara.
Pesawat ini dirancang untuk beroperasi bersama armada berawak maupun tak berawak dalam program Next Generation Air Dominance.
Mulai dekade 2030-an, F/A-XX dijadwalkan untuk memperkuat sekaligus menggantikan jajaran pesawat F/A-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler.
Pihak Boeing menyatakan bahwa fasilitas manufaktur di St. Louis saat ini terus dipersiapkan untuk merakit lini pesawat masa depan tersebut.
