Kekhawatiran mengenai kecerdasan buatan yang mampu merebut kendali internet kembali mencuat ke publik.
CEO Anthropic, Dario Amodei, sempat memperingatkan potensi kawanan AI yang mengambil alih jaringan.
Namun, para ilmuwan komputer menilai skenario tersebut tidak semudah itu terjadi di dunia nyata.
Alasan Jaringan Internet Sulit Dikuasai AI
Vishal Misra selaku pakar komputasi dari Columbia University menyebut internet tidak bersifat monolitik.
Jaringan global ini terdiri dari miliaran perangkat yang saling terhubung melalui berbagai router dan titik akses.
Keberagaman sistem tersebut menjadi pertahanan kuat karena tidak ada sakelar pusat tunggal.
Selain itu, John Thickstun dari Cornell University menjelaskan bahwa AI membutuhkan daya komputasi luar biasa besar.
Ketersediaan semikonduktor tingkat lanjut yang sangat terbatas membuat agen AI tetap memerlukan bantuan manusia.
Kendati demikian, ancaman nyata dari agen AI yang lepas kendali tetap patut diwaspadai secara serius.
Sejumlah insiden menunjukkan kemampuan AI dalam mengeksploitasi kelemahan keamanan online.
Roman Yampolskiy menyatakan jutaan agen AI mampu mengoordinasikan serangan secara serentak selama 24 jam nonstop.
