Fenomena blue fire di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menarik perhatian publik setelah rekamannya beredar di media sosial.
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan fenomena tersebut.
Blue fire di Papandayan adalah proses pembakaran gas belerang yang keluar dari rekahan vulkanik.
Mekanisme Kemunculan Api Biru
Magma di bawah Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida dan sulfur dioksida bersuhu 200-600 derajat Celsius melalui rekahan.
Gas tersebut kemudian bereaksi dengan oksigen di udara.
Reaksi pembakaran itu menghasilkan sulfur dioksida, uap air, panas, dan nyala api biru.
Fenomena ini lebih mudah diamati pada malam hari karena cahaya biru api sangat redup dibandingkan cahaya matahari.
Keberadaan api biru di Papandayan sudah berlangsung sejak erupsi pada November 2002.
Aktivitas vulkanik dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan fluks gas dan kenaikan suhu fumarol.
Masyarakat diimbau agar tidak mendekati lokasi karena gas vulkanik berbahaya bagi pernapasan serta struktur tanah yang rapuh.
