Pemerintah Uni Emirat Arab dikabarkan turun tangan langsung menyikapi kasus dugaan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City.
Investasi negara tersebut di Inggris dilaporkan berada dalam ancaman apabila klub berjuluk Citizens itu benar-benar mendapatkan sanksi berat.
Komisi Independen sebelumnya menyatakan bahwa Manchester City terbukti melakukan sejumlah pelanggaran aturan keuangan dalam periode 2009-2018.
Pelanggaran tersebut mencakup penggelembungan nilai sponsor, laporan keuangan tidak akurat, serta melanggar batasan pengeluaran.
Klub asuhan Pep Guardiola itu menghadapi ancaman hukuman berat mulai dari pengurangan gelar, pencopotan titel, hingga degradasi dari kompetisi.
Manajemen klub saat ini berupaya melakukan perlawanan hukum melalui proses banding resmi yang telah diajukan.
Bloomberg melaporkan bahwa pihak Pemerintah UEA telah menyampaikan peringatan kepada Inggris mengenai dampak sanksi terhadap kerja sama bilateral.
Potensi pengurangan atau pencabutan nilai investasi bilateral kini menjadi salah satu poin kekhawatiran dari langkah hukum tersebut.
Selama lima tahun terakhir, UEA telah menanamkan dana lebih dari 30 miliar paun pada berbagai sektor penting di wilayah Inggris.
Pertemuan antara pejabat Pemerintah Inggris dan UEFA dijadwalkan berlangsung bulan ini guna membahas kelanjutan kasus hukum tersebut.
Di sisi lain, sebagian pejabat Inggris dikabarkan merasa keberatan atas keterlibatan UEA dalam membiarkan pelanggaran klub berlangsung lama.
Pihak kantor pemerintahan di Downing Street menegaskan bahwa setiap pihak tetap harus mematuhi hukum yang berlaku di negara tersebut.
