⌂ Beranda › News › Meta Muse Kalahkan ChatGPT Lewat 5 Juta Unduhan dalam Tiga Pekan
News

Meta Muse Kalahkan ChatGPT Lewat 5 Juta Unduhan dalam Tiga Pekan

Ilustrasi aplikasi kecerdasan buatan di ponsel pintar.
Startup AI Rp 179 Triliun Buatan Eks Mahasiswa Kini Saingi Meta Pexels
A A Ukuran Teks16px

Meta kembali mencatatkan popularitas tinggi lewat peluncuran aplikasi agen kecerdasan buatan bernama Muse.

Aplikasi tersebut berhasil mendulang lebih dari 5 juta unduhan dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Pertumbuhan Lebih Cepat dari Kompetitor

Berdasarkan data Sensor Tower, Muse meraih pencapaian tersebut pada Rabu (30/9) atau tiga minggu setelah dirilis.

Capaian itu tercatat jauh lebih cepat dibandingkan beberapa aplikasi AI populer lainnya di pasaran.

Sebagai perbandingan, ChatGPT memerlukan waktu 56 hari untuk mencapai angka 5 juta unduhan.

Sementara itu, Claude milik Anthropic membutuhkan waktu 103 hari dan Grok memerlukan 492 hari.

Sensor Tower mencatat Claude dan Grok awalnya hanya tersedia di iOS pada lima hari pertama peluncurannya.

Di sisi lain, Muse langsung tersedia di iOS dan Android sejak hari pertama, meski terbatas di Amerika Serikat dan Kanada.

Muse berfungsi sebagai agen AI yang dapat menjelajahi web dan menjalankan berbagai tugas perintah pengguna.

Aplikasi ini mampu mengirim email, berbelanja, mengisi formulir, hingga melakukan pemesanan tiket perjalanan.

Tidak lama setelah meluncur, Muse menduduki puncak daftar aplikasi gratis teratas di App Store AS dan mengungguli ChatGPT.

Namun, pencapaian tersebut belum berhasil memecahkan rekor unduhan untuk kategori aplikasi umum lainnya.

Layanan streaming, game populer, hingga media sosial Threads milik Meta mencatat angka 5 juta unduhan lebih cepat.

Kampanye iklan Meta yang masif diduga turut memainkan peran besar dalam adopsi aplikasi yang sangat cepat ini.

Pengeluaran iklan untuk Muse dilaporkan meningkat pada Rabu, 16 September 2026, seiring lonjakan unduhan harian sebesar 73%.

Di balik pertumbuhan pesatnya, peluncuran Muse juga sempat diwarnai sejumlah kontroversi di tengah masyarakat.

Pengguna melaporkan masalah privasi terkait penjualan barang di Facebook Marketplace dan pembacaan pesan pribadi tanpa izin.

Berbagai laporan tersebut bahkan memicu tindakan Apple untuk membatasi fitur Full Disk Access di sistem macOS.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru