⌂ Beranda › News › Penerapan AI Durian Thailand Modernisasi Kebun Tradisional
News

Penerapan AI Durian Thailand Modernisasi Kebun Tradisional

Ilustrasi perkebunan durian di Thailand
Penerapan AI Durian Thailand Modernisasi Kebun Tradisional Pexels
A A Ukuran Teks16px

Industri durian di Thailand kini mengandalkan kecerdasan buatan, sensor, serta sistem otomatis untuk meningkatkan kualitas buah.

Teknologi tersebut juga dimanfaatkan guna memastikan ketelusuran produk yang sebagian besar ditujukan bagi pasokan ekspor ke China.

Di Provinsi Chanthaburi, seorang petani bernama Nuttawoot Chanrueng melengkapi kebun tradisional keluarganya dengan kamera serta sensor.

Setiap pohon durian kini mempunyai catatan digital mengenai kondisi pertumbuhan agar masalah dapat dideteksi lebih awal.

Penerapan teknologi modern ini mengubah metode pengelolaan kebun berbasis pengalaman orang tua menjadi data numerik terukur.

Data tersebut dapat dipantau dan dianalisis secara berkala melalui grafik digital untuk memenuhi kebutuhan pasar.

China sendiri menjadi pasar durian terbesar bagi Thailand dengan nilai ekspor mencapai hampir USD3,79 miliar pada paruh pertama 2026.

Angka tersebut mencakup 81% dari total keseluruhan impor durian di negara tersebut berdasarkan data bea cukai setempat.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi Thailand menyatakan perusahaan swasta telah mulai menggunakan AI untuk menilai kematangan buah.

Para peneliti turut mengembangkan sistem khusus agar kematangan durian dapat diketahui tanpa harus membelah buah tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru