Jersey Timnas Indonesia bukan sekadar identitas di lapangan.
Di balik balutan merah dan putih tersebut, terdapat teknologi tekstil yang dirancang khusus untuk menunjang performa para pemain.
Seragam terbaru ini diproduksi oleh Kelme sebagai apparel resmi PSSI.
Kelme merancang jersey dengan mempertimbangkan kebutuhan performa atlet.
Faktor tersebut meliputi material yang ringan, kemampuan mengalirkan keringat, sirkulasi udara, serta fleksibilitas gerak.
Perbedaan Teknologi Player Issue dan Replika
Teknologi pada jersey pemain berbeda dengan versi replika yang dipasarkan untuk suporter.
Seluruh rangkaian jersey dikembangkan menggunakan kain ultraringan dengan tingkat kemampuan bernapas yang tinggi.
Material ini dirancang untuk mempercepat pengeluaran keringat serta meningkatkan ventilasi.
Kondisi tersebut sangat penting ketika pemain bertanding di cuaca panas dan lembap.
Versi replika secara spesifik mencantumkan teknologi moisture wicking dan quick drying.
Teknologi tersebut membantu memindahkan keringat dari permukaan kulit menuju bagian luar kain agar cepat menguap.
Sementara itu, jersey player issue menggunakan bahan K-TechFit dan DrySport+ Fabric.
Kelme juga menyematkan micro-perforation pada area tertentu guna memaksimalkan sirkulasi udara.
Pola ergonomis 3D turut diaplikasikan berdasarkan data ukuran pemain Timnas Indonesia.
Proses perancangan ini melibatkan kolaborasi antara Kelme, PSSI, serta pelatih John Herdman.
Keterlibatan tersebut bertujuan memastikan material jersey memiliki sirkulasi udara yang baik dan nyaman saat bertanding.
