Platform distribusi permainan digital milik Valve, Steam, mencatatkan tren positif yang mengarah pada rekor finansial baru. Catatan tersebut didorong oleh performa penjualan yang konsisten sepanjang tahun.
Berdasarkan data dari Alinea Analytics, Steam berhasil mengantongi pendapatan sekitar USD 1,7 miliar pada September 2026.
Capaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Faktor Pendorong Kenaikan Pendapatan Steam
Kenaikan laba ini tidak terlepas dari kontribusi sejumlah rilisan permainan baru serta deretan judul andalan di platform tersebut.
Permainan yang meluncur pada tahun 2026 menyumbang sekitar 33,6 persen dari total pemasukan 500 judul terlaris.
Sementara itu, waralaba mapan tetap mendominasi dengan menyumbang sekitar 79,5 persen pendapatan di antara kelompok permainan tersebut.
Judul gratis seperti Counter-Strike 2, Apex Legends, PUBG, dan Dota 2 turut menyumbang hampir USD 168 juta pada bulan September.
Sejumlah permainan berbayar juga memberikan andil besar terhadap performa bulanan platform. Permainan tembak-menembak PvP Wardogs meraup pendapatan sekitar USD 86,9 juta setelah meluncur dalam program Early Access.
Dengan sisa satu kuartal penuh, Alinea memperkirakan Steam mampu melampaui pendapatan tahunan sebesar USD 20 miliar.
Angka tersebut setara dengan lebih dari 358 triliun rupiah untuk pertama kalinya pada penghujung tahun 2026.