Masyarakat Indonesia ternyata memiliki kebiasaan bertransaksi digital yang menyimpan celah bahaya sangat besar.
Riset terbaru menunjukkan mayoritas pengguna smartphone aktif memanfaatkan ponsel untuk transaksi perbankan hingga belanja online.
Sayangnya, aktivitas finansial tersebut sering kali mengabaikan proteksi keamanan pada perangkat mobile mereka.
Data dari Global Anti Scam Alliance mengungkap ketimpangan tajam antara perilaku digital dan tingkat kesadaran proteksi pengguna.
Sebanyak 53% pengguna memanfaatkan ponsel untuk aktivitas bernilai finansial tinggi seperti pembayaran tagihan, m-banking, dan marketplace.
Namun, hampir setengah dari responden atau sekitar 48% mengaku tidak mengunduh maupun menggunakan aplikasi keamanan pihak ketiga di ponsel mereka.
Akibat minimnya perlindungan tersebut, sebanyak 66% orang dewasa di Indonesia tercatat pernah menjadi korban penipuan online.
Kondisi ini menjadikan perangkat mobile sebagai sasaran empuk bagi peretas untuk mencuri data pribadi hingga menguras saldo.
Fenomena mengkhawatirkan ini melatarbelakangi langkah Bitdefender menggandeng PT Gema Informatika Abadi sebagai distributor eksklusif.
Kemitraan tersebut mendistribusikan solusi keamanan siber rumah tangga dan mobile secara masif di Indonesia per 8 Oktober 2026.
Kolaborasi ini menghadirkan lini produk perlindungan all-in-one yang mencakup sistem operasi Android, iOS, Windows, hingga macOS.
Solusi tersebut dirancang untuk melindungi transaksi online serta mencegah peretasan aplikasi finansial.