Tantangan tech winter masih membayangi sektor bisnis digital dan perusahaan rintisan di Indonesia saat ini.
Di tengah kondisi tersebut, Telkomsel tetap melanjutkan program NextDev yang kini memasuki tahun ke-12.
Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali, menjelaskan arah baru program ini.
NextDev diarahkan untuk membentuk market-ready founders yang tidak hanya bergantung pada suntikan modal eksternal.
Berdasarkan data yang digunakan Telkomsel, pendanaan bisnis digital di Indonesia sepanjang periode 2021-2025 mengalami penurunan sekitar 94%.
Situasi ini mendorong para technopreneur untuk mampu melahirkan sumber pendapatan baru agar bisnis tetap bertahan dan berdampak.
Selain tekanan pendanaan, Telkomsel juga mencatat peningkatan fenomena solo founder di Indonesia yang berada di kisaran 24%.
Perubahan tren tersebut menuntut seorang founder agar memiliki kemampuan yang lebih luas dalam menjalankan usahanya.
Tahun ini, NextDev mengusung tema AI-Powered Innovations untuk menjawab rendahnya adopsi dan pendanaan kecerdasan buatan.
Indonesia tercatat baru mendapatkan sekitar 4% pendanaan AI di kawasan Asia Tenggara.
Teknologi AI kini dimasukkan ke dalam kurikulum NextDev agar founder bisa mengeksplorasinya dalam pengembangan bisnis digital.
