⌂ Beranda › News › Menilik Alasan Bill Gates dan China Mengincar Aset Lahan Pertanian di AS
News

Menilik Alasan Bill Gates dan China Mengincar Aset Lahan Pertanian di AS

Ilustrasi lahan pertanian produktif
Pekerjaan manusia AI: Bill Gates sebut sektor ini wajib dijaga Pexels
A A Ukuran Teks16px

Bill Gates dan China ternyata sama-sama memborong aset penting di Amerika Serikat dalam jumlah besar. Fenomena ini lantas menarik perhatian penulis buku keuangan Robert Kiyosaki.

Melalui media sosial, Kiyosaki menyoroti bagaimana dua kekuatan berbeda sepakat mengincar lahan pertanian. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar mengikuti miliarder melainkan memiliki sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Alasan Strategis di Balik Pembelian Lahan

Berdasarkan laporan Land Report, Bill Gates memiliki sekitar 275.000 ekar lahan di Amerika Serikat. Sebanyak 250.000 ekar di antaranya merupakan lahan pertanian yang sangat produktif.

Sementara itu, kepemilikan lahan pertanian AS oleh pihak China tercatat mencapai lebih dari 380.000 ekar.

Akuisisi tersebut sering kali dilakukan melalui entitas berlapis serta struktur kepemilikan jangka panjang.

Kiyosaki menilai langkah ini sebagai strategi yang disengaja dan bukan sekadar sebuah kebetulan semata. Langkah serupa juga turut dilakukan oleh dana pensiun, perusahaan asuransi, serta dana kekayaan negara.

Institusi-institusi tersebut disebut tidak sedang mengejar tren pasar melainkan berupaya melindungi modal mereka. Mereka mengamankan aset yang tidak bisa dicetak dan menjadi kebutuhan dasar manusia.

Pangan kini menjadi sektor yang sangat strategis karena delapan miliar penduduk bumi harus makan setiap hari. Tidak ada alternatif maupun pengganti untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut.

Selain permintaan yang terus ada, tekanan terhadap sumber daya pendukung juga semakin meningkat dari waktu ke waktu. Lahan subur menyusut, air semakin langka, dan rantai pasokan menjadi rentan.

Kondisi itu membuat lahan produktif menjadi pilihan menarik ketika sistem sedang berada di dalam tekanan. Modal beralih menuju aset yang menghasilkan arus kas serta memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Lahan pertanian menawarkan potensi imbal hasil berupa pendapatan produksi atau penyewaan serta kenaikan nilai lahan. Para orang kaya membeli aset tersebut karena sifatnya yang nyata, produktif, dan tangguh.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru