Surat terbuka dari relawan pelaku wisata Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah mendadak viral di media sosial.
Mereka mengaku sangat kewalahan menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan konservasi tersebut selama berhari-hari.
Relawan Tarik Personel dan Minta Water Bombing
Tim relawan gabungan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan dan Himpunan Pramuwisata Indonesia memutuskan menarik sementara personel.
Melalui unggahan video, perwakilan relawan bernama Moncos menegaskan bahwa penanganan darat belum efektif untuk mengatasi besarnya api.
Mereka memohon kepada pemerintah untuk segera mengerahkan helikopter water bombing guna menghentikan perluasan api.
Dukungan Warga Dunia Maya
Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan luas dari warganet setelah ditonton jutaan kali di berbagai platform.
Sejumlah figur publik turut menyemangati para relawan yang berjibaku di garis depan memadamkan kebakaran.
Warganet juga menyoroti ancaman serius karhutla terhadap kelangsungan habitat orangutan dan berbagai satwa liar lainnya.
