Sistem pertahanan udara canggih Arab Saudi dilaporkan sempat kebobolan dalam menghadapi gelombang serangan dari kelompok Houthi di Yaman.
Serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, serta drone yang menjangkau target strategis di dalam wilayah kerajaan.
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menjadi salah satu sasaran serangan yang mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan.
Otoritas penerbangan setempat lantas mengambil langkah darurat dengan mengalihkan seluruh jadwal penerbangan.
Faktor Penyebab Pertahanan Saudi Kebobolan
Peneliti studi perang dari Kings College, Nawaf Obaid, menyebutkan bahwa kebobolan sesekali pada sistem pertahanan udara merupakan hal yang sudah diperkirakan.
Faktor luas wilayah serta panjangnya garis perbatasan dengan Yaman menjadi tantangan tersendiri.
Selain itu, terdapat kendala serius terkait terbatasnya stok rudal pencegat yang dimiliki Saudi bersama sekutunya. Persediaan amunisi Patriot dan THAAD tersebut telah terkuras sejak awal konflik dengan Iran.
Di sisi lain, kelompok Houthi menggunakan taktik cerdas dengan meluncurkan senjata secara bersamaan. Mereka mencampurkan drone dan berbagai kecepatan rudal untuk mengecoh sistem pertahanan.