⌂ Beranda › News › Cetak Alat Teknik dari Debu Bulan Tiruan dan Polimer Daur Ulang
News

Cetak Alat Teknik dari Debu Bulan Tiruan dan Polimer Daur Ulang

Ilustrasi penelitian material debu Bulan
Cetak Alat Teknik dari Debu Bulan Tiruan dan Polimer Daur Ulang Pexels
A A Ukuran Teks16px

Membangun fasilitas di luar Bumi membutuhkan anggaran tinggi karena material harus dikirim langsung dari planet asal.

Untuk menekan biaya tersebut, para peneliti mulai mengembangkan metode pembuatan komponen dari debu Bulan buatan.

Tim peneliti dari Concordia University di Kanada menggabungkan tanah Bulan tiruan dengan plastik berkinerja tinggi.

Campuran bahan itu kemudian diolah menggunakan teknologi pencetakan tiga dimensi untuk menghasilkan berbagai benda.

Hasil cetakannya mencakup struktur penyerap benturan hingga perkakas tangan seperti kunci inggris.

Pemanfaatan Plastik Daur Ulang dan Regolith

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah tersebut dipimpin oleh Farshad Malekpour dan Mehdi Hojjati.

Mereka memakai polimer termoplastik bernama poly ether ketone ketone yang dicampur dengan simulasi tanah Bulan.

Regolith sendiri merupakan lapisan debu serta pecahan batuan yang menutupi permukaan satelit alami Bumi.

Material tersebut dimanfaatkan sebagai bahan tambahan agar kebutuhan membawa pasokan dari Bumi bisa dikurangi.

Tim peneliti mendaur ulang polimer dari komponen cetak sebelumnya dan menghancurkannya menjadi serbuk halus.

Serbuk itu dicampur dengan simulasi tanah Bulan sebelum diolah kembali menjadi filamen printer.

Struktur ringan yang dibuat juga dirancang untuk menyerap energi ketika mengalami benturan keras.

Bagian tersebut dapat berubah bentuk saat menerima tekanan demi meredam gaya pendaratan wahana antariksa.

Pendekatan manufaktur siklus tertutup ini memungkinkan material bekas dikumpulkan dan dipakai kembali secara berulang.

Dalam eksperimen, peneliti mendaur ulang polimer tersebut sebanyak tiga kali tanpa penurunan kualitas signifikan.

Meski demikian, campuran ini masih menyisakan rongga kecil karena partikel mineral regolith membuatnya lebih rapuh.

Eksperimen ini juga masih menggunakan tanah tiruan serta belum diuji langsung dalam lingkungan luar angkasa.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru