Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Batam pada Senin memicu keluhan luas dari masyarakat.
Gangguan sistem interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan tersebut turut berdampak hingga ke Tanjungpinang dan Bintan.
Dampak Pemadaman dan Keluhan Warga di Media Sosial
Pemadaman dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WIB dan berdampak pada sebagian besar wilayah Batam.
Sejumlah warga menuangkan kekesalan di media sosial karena mati lampu dan mati air dari 6.30 pagi sampai 22.30, ditambah sinyal yang kabur-kaburan.
Warga lainnya mengeluhkan kondisi serba sulit akibat mati listrik dari jam 06.30 wib sampai tadi jam 22.30 wib baru nyala, disertai asap tebel dan internet susah connect.
Abidin, warga Batu Aji, mengatakan listrik di tempat tinggalnya kembali menyala sekitar pukul 18.00 WIB, namun air bersih belum mengalir.
Keluhan serupa disampaikan Ilham, warga Tiban, di mana listrik di rumahnya mulai menyala sekitar pukul 18.00 WIB tetapi air masih mati hingga malam hari.
Sementara itu, Afna, warga Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, harus menunggu hingga pukul 23.00 WIB agar listrik kembali menyala.
Afna mengungkapkan bahwa akibat mati lampu tersebut anak-anak rewel tidak mau tidur dan air juga tidak hidup.
Proses Pemulihan dan Penanganan PLN
Hingga Senin (12/10/2026) pukul 22.45 WIB, sebanyak 228.480 pelanggan atau sekitar 55,6% telah kembali menikmati listrik.
Sementara itu, sebanyak 182.739 pelanggan lainnya masih mengalami pemadaman pada waktu pembaruan tersebut.