Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyampaikan peringatan mengenai risiko kecerdasan buatan.
Ia menilai teknologi tersebut berpotensi memicu gelombang besar serangan siber pada tahun depan.
Aktor jahat dikabarkan mulai memanfaatkan model AI canggih untuk mengacaukan sistem keuangan.
Selain itu, para penjahat siber juga mengincar aksi pemerasan terhadap perusahaan.
Tantangan Regulasi dan Keamanan Siber
Ahli strategi Partai Demokrat, Oliver Libby, menyoroti tantangan bagi para pembuat kebijakan.
Ia menegaskan pentingnya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan penerapan regulasi cerdas.
Laporan keamanan siber turut mencatat adanya peningkatan tajam pada ancaman berbasis AI.
Serangan menggunakan kemampuan AI dilaporkan meningkat 89% secara tahunan di 2025.
Waktu pergerakan hacker di dalam jaringan yang disusupi juga turun drastis menjadi 29 menit.
Gates menjelaskan bahwa sektor siber memiliki model bisnis yang jelas bagi para pelaku kejahatan.
Ancaman tebusan hingga manipulasi pasar keuangan menjadi motivasi utama di balik serangan tersebut.
Libby menyerukan pendekatan regulasi terkoordinasi untuk menghadapi risiko keamanan AI.
Standar internasional serta hukuman tegas untuk kejahatan siber dinilai sangat mendesak.