⌂ Beranda › News › Starlink Mobile Rogoh Rp 143 Triliun Demi Saingi Operator Seluler
News

Starlink Mobile Rogoh Rp 143 Triliun Demi Saingi Operator Seluler

Ilustrasi satelit Starlink milik SpaceX
Roket SpaceX Siap Antarkan Awak Misi Crew-13 NASA ke Angkasa Pexels
A A Ukuran Teks16px

SpaceX menyepakati pembelian lisensi spektrum radio agar layanan Starlink Mobile mampu menyediakan jangkauan seluler langsung di dalam gedung.

Langkah strategis tersebut dinilai perusahaan dapat mengubah posisinya menjadi salah satu operator telekomunikasi seluler utama di Amerika Serikat.

CEO SpaceX Elon Musk menyebut langkah ini sebagai kepingan teka-teki spektrum terakhir untuk menghadirkan koneksi telepon yang menyeluruh.

Berdasarkan informasi sejumlah sumber, perusahaan menyiapkan dana tunai sekitar USD 8 miliar atau setara Rp 143 triliun demi menguasai aset tersebut.

Kabar pembelian ini langsung berdampak di pasar saham ketika nilai saham operator besar seperti AT&T, Verizon, dan T-Mobile kompak merosot.

Sebaliknya, pergerakan saham SpaceX justru mencatatkan kenaikan sekitar 2% menyusul pengumuman kesepakatan lisensi spektrum radio tersebut.

Lisensi yang diincar mencakup frekuensi pita 800 megahertz yang umumnya dipakai untuk layanan nirkabel menara seluler darat bukan satelit.

Akuisisi ini mendorong ekspansi Starlink melampaui layanan pita lebar satelit menuju persaingan langsung di ranah komunikasi seluler.

Meski demikian, rencana tersebut masih harus menunggu lampu hijau serta persetujuan resmi dari Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru