Kementerian Komunikasi dan Digital tengah mengkaji kebijakan untuk menekan tarif layanan internet tetap agar lebih terjangkau masyarakat.
Pemerintah menargetkan biaya berlangganan internet rumah berkecepatan 100 Mbps bisa turun hingga menjadi Rp 100 ribu per bulan.
Langkah tersebut diambil guna mendongkrak penetrasi jaringan internet tetap di Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 22%.
Dorong Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa ongkos layanan internet rumah tangga di tanah air masih tergolong tinggi.
Dengan pendapatan per kapita mendekati USD 5.000, biaya ideal berlangganan internet rumah tangga seharusnya berada di kisaran Rp 200 ribu.
Namun, besaran biaya langganan yang saat ini masih sekitar Rp 300 ribu menunjukkan adanya ruang untuk meningkatkan efisiensi infrastruktur.
Pemerintah berharap penetrasi fixed broadband dapat meningkat hingga sekitar 50% untuk memberikan lebih banyak alternatif koneksi.
Selain itu, pemerintah turut mewajibkan operator telekomunikasi pemenang lelang spektrum untuk memperluas cakupan jaringan 4G dan 5G.
