Program Makan Bergizi Gratis mengoptimalkan teknologi digital dari Grab serta OVO guna mengelola pemesanan menu harian siswa.
Sistem ini dirancang untuk memantau distribusi secara menyeluruh hingga tahap pelaporan kendala.
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa seluruh proses pemesanan hingga pengiriman berjalan secara terpadu. Sekolah memanfaatkan aplikasi khusus untuk memesan menu mingguan.
Distribusi makanan melibatkan mitra pengemudi Grab secara langsung di lapangan. Mekanisme pelaporan juga disiapkan untuk mendata kekurangan menu secara cepat.
Pemerintah menilai pemanfaatan teknologi tersebut berpotensi menjadi bahan pembelajaran bagi Badan Gizi Nasional. Aspek pemantauan dan penyediaan dinilai relevan untuk diadopsi.
Pihak operator tetap berpedoman pada ketentuan standar gizi dan keamanan pangan dari BGN. Aspek higienitas dijaga ketat hingga makanan diterima oleh anak-anak.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui dana tanggung jawab sosial.
Pelaksanaan program disalurkan bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa bagi siswa berkebutuhan khusus.