⌂ Beranda › News › El Nino Picu Karhutla Parah, Jutaan Warga Terdampak Kabut Asap
News

El Nino Picu Karhutla Parah, Jutaan Warga Terdampak Kabut Asap

Asap membubung akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia
Soroti Karhutla Kalimantan, Greta Thunberg Ajak Warga Berdonasi Pexels
A A Ukuran Teks16px

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia memperlihatkan dampak parah akibat cuaca ekstrem serta lahan rentan.

Kondisi kering yang diperparah oleh fenomena El Nino sangat kuat membuat ancaman kekeringan semakin serius di berbagai daerah.

Meskipun demikian, fenomena iklim tersebut tidak menjelaskan seluruh persoalan di balik kebakaran yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa bulan September menjadi fase kritis karhutla dengan titik panas yang tinggi.

Buletin Informasi Iklim mencatat indeks Nino 3.4 periode Juli-September mencapai +2,7 yang masuk kategori El Nino sangat kuat.

Berkurangnya curah hujan menurunkan kelembapan vegetasi dan tanah sehingga lapisan organik pada lahan gambut menjadi lebih rentan.

Namun, faktor pembukaan lahan menggunakan api serta tata kelola yang buruk turut mengubah kondisi kering menjadi kebakaran luas.

Dampak karhutla tidak hanya pada luas lahan terbakar, melainkan memunculkan krisis kesehatan serta kualitas udara bagi warga.

Greenpeace Indonesia menyebut masyarakat di Kalimantan dan Sumatra telah menghadapi kabut asap tebal selama hampir dua bulan.

Kementerian Kesehatan mencatat karhutla berdampak pada tujuh provinsi dengan total penduduk terdampak mencapai 10,67 juta orang.

Kasus gangguan pernapasan yang dikaitkan dengan kebakaran di tujuh provinsi tersebut telah melampaui 283.000 kasus.

Pemerintah telah mengenakan sanksi administratif kepada 32 perusahaan serta memproses 125 subjek hukum secara pidana.

Total areal terbakar yang dikaitkan dengan penindakan administratif tersebut dilaporkan mencapai 12.926,74 hektare.

WALHI mengingatkan bahwa karhutla tidak bisa dipandang semata-mata akibat El Nino tanpa melihat persoalan tata kelola hutan.

Pantau Gambut menyatakan sekitar 16 juta dari 24 juta hektare lahan gambut di Indonesia kini lebih rentan terbakar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru