Indonesia menghadapi dinamika cuaca yang kontras pada awal November 2026. Di tengah hujan sangat lebat hingga ekstrem, kondisi kering masih berlangsung di banyak daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Faktor Pemicu Cuaca Kontras
Fenomena El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole fase positif masih memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia. Kedua fenomena iklim tersebut cenderung mengurangi potensi pembentukan awan hujan.
Meskipun demikian, aktivitas gelombang atmosfer dan dinamika regional masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.
BMKG mencatat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem terjadi pada 1-4 November 2026. Jawa Timur mencatat curah hujan harian tertinggi mencapai 358 milimeter per hari.