CEO Meta Mark Zuckerberg melontarkan ancaman untuk pindah dari wilayah California.
Langkah tersebut diambil untuk menghindari penerapan aturan pajak orang kaya di negara bagian tersebut.
Meta kemudian mengambil tindakan cepat untuk merespons situasi ini.
Perusahaan memberikan insentif finansial khusus bagi Zuckerberg.
Insentif itu bertujuan agar ia tetap memimpin Meta dari kantor pusat di California selama delapan tahun ke depan.
Kesepakatan ini melibatkan pembuatan klasifikasi saham baru.
Aturan baru tersebut memungkinkan Zuckerberg menjual sebagian sahamnya guna membayar kewajiban pajak tanpa kehilangan kendali voting.
Zuckerberg tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar USD 240 miliar.
Ia dapat langsung melepas 20 persen saham Class C yang diterimanya.
Tujuan utama langkah ini adalah memastikan pimpinan perusahaan tetap dekat dengan fasilitas riset utama.
Zuckerberg bukan satu-satunya tokoh yang menentang kebijakan kontroversial ini.
Rancangan undang-undang Proposition 40 menjerat warga berharta di atas USD 1 miliar dengan pungutan sekali bayar.
Dana dari pungutan tersebut rencananya dialokasikan untuk mendanai sektor kesehatan dan pendidikan umum.
