Sebuah narasi keliru beredar luas di media sosial mengenai seruan boikot platform Meta. Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut meminta masyarakat Indonesia melakukan aksi tersebut demi keamanan negara.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung memberikan klarifikasi resmi terkait kabar bohong tersebut.
Komdigi menyatakan bahwa klaim itu sama sekali tidak benar dan tidak ada pernyataan resmi dari presiden.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto yang dicatut dalam unggahan menyesatkan itu berasal dari dokumentasi video rapat terbatas penanganan karhutla.
Video asli tersebut diunggah melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.