⌂ Beranda › News › Tantangan Industri Game Lokal di Tengah Dominasi Pasar Indonesia
News

Tantangan Industri Game Lokal di Tengah Dominasi Pasar Indonesia

Ilustrasi pasar game mobile di Indonesia
Tantangan Industri Game Lokal di Tengah Dominasi Pasar Indonesia Pexels
A A Ukuran Teks16px

Kontribusi penerbit dan pengembang game di Indonesia ternyata lebih kecil jika dibandingkan dengan Singapura.

Padahal, skala pasar industri permainan di dalam negeri jauh lebih besar daripada negara tetangga tersebut.

Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa tantangan utama pengembang lokal bukan terletak pada kualitas produk.

Kendala utamanya adalah penyesuaian terhadap kebiasaan belanja para pemain di Tanah Air.

Tantangan Model Bisnis dan Perilaku Gamer

Sebagian besar gamer di Indonesia lebih menyukai permainan gratis atau free-to-play dengan transaksi kecil yang konsisten.

Sementara itu, banyak pengembang lokal yang masih merilis game berbayar di awal atau model premium.

Perbedaan kebiasaan pengeluaran ini membuat produk lokal belum sepenuhnya cocok dengan pasar domestik.

Oleh karena itu, pengembang di Indonesia perlu mengubah model bisnis agar bisa bersaing di kandang sendiri.

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 90 juta gamer dan 85% di antaranya merupakan pengguna perangkat mobile.

Data Asosiasi Jasa Internet Indonesia menunjukkan pengguna komputer pribadi atau PC semakin menurun setiap tahunnya.

Daya beli masyarakat untuk perangkat PC juga tidak terlalu besar sehingga tidak selaras dengan game PC buatan lokal.

Kesenjangan ini menuntut para pengembang lokal untuk lebih fokus menciptakan produk yang kompetitif di platform mobile.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru