Industri video game di kawasan Asia Tenggara memberikan sokongan besar terhadap Produk Domestik Bruto berbagai negara.
Indonesia tercatat menyumbang hingga USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 32,4 triliun dari sektor tersebut.
Kontribusi Perangkat Keras Jauh Ungguli Game Lokal
Kontribusi terbesar di dalam negeri justru datang dari perangkat keras gaming yang mencapai angka 47 persen.
Sebaliknya, game buatan pengembang lokal hanya menyumbang sekitar 7 persen dari total nilai ekonomi tersebut.
Persentase game lokal itu bahkan tertinggal dari sektor retail sebesar 22 persen serta esports yang mencapai 24 persen.
Kondisi ini menjadikan Indonesia bersama Malaysia dan Thailand sebagai negara yang perangkat kerasnya lebih diminati.
Sebagian besar uang belanja game di kawasan ini mengalir kembali ke negara asal pengembang luar negeri.
Pengembangan game di ASEAN dinilai masih berada di tahap awal dan memerlukan fokus pada penerbitan konten lokal.