Dompet digital kini tidak hanya dimanfaatkan untuk kepraktisan transaksi semata.
Dalam situasi ekonomi saat ini, konsumen turut mempertimbangkan aspek efisiensi biaya saat memilih platform.
Riset MarkPlus bertajuk 'E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape' melibatkan 400 responden di berbagai kota di Indonesia.
Hasil riset menunjukkan sebanyak 52,3% responden mempertimbangkan gratis biaya transfer ketika memilih dompet digital.
Faktor tersebut menempati urutan tertinggi sebagai pertimbangan utama pengguna.
Poin berikutnya disusul oleh penggunaan untuk transaksi sehari-hari sebesar 45,8%.
Selain itu, kesesuaian layanan dengan kebutuhan pengguna mencapai 45,5%.
Chief Marketing Officer MCorp Yosanova Savitry menjelaskan bahwa efisiensi biaya menjadi alasan kuat konsumen mengirim uang.
Sebanyak 88% dari 309 responden yang rutin memakai fitur transfer memilih dompet digital karena layanan gratis biaya tersebut.
Penggunaan dompet digital untuk menekan pengeluaran juga tampak pada pembelian produk digital.
Sebanyak 69% dari total responden menggunakan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan produk digital.
Pembelian pulsa menduduki posisi terbanyak dengan angka 80,1% dari 276 responden yang rutin bertransaksi.
Kebutuhan paket data internet menyusul di angka 72,8%.
Sementara itu, token listrik dicatat sebesar 61,2% serta pembayaran tagihan listrik dan air mencapai 31,5%.