⌂ Beranda › News › Gara-Gara Pembatasan Starlink, Ukraina Mantap Bermitra dengan Nokia
News

Gara-Gara Pembatasan Starlink, Ukraina Mantap Bermitra dengan Nokia

Ilustrasi teknologi satelit dan komunikasi
Gara-Gara Pembatasan Starlink, Ukraina Mantap Bermitra dengan Nokia Pexels
A A Ukuran Teks16px

Militer Ukraina sempat mengalami pembatasan konektivitas selama beberapa hari pada jaringan internet satelit Starlink.

Kyiv mengandalkan Starlink untuk mengendalikan drone dan berbagai operasi militer penting lainnya.

Pemerintah Ukraina menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuruh Elon Musk untuk memberlakukan pembatasan tersebut.

Pembatasan itu membuat drone kehilangan koneksi ketika melaju dengan kecepatan 161 km/jam atau lebih.

Trump membantah tuduhan tersebut sebelum menyatakan bahwa Musk telah mengembalikan koneksi seperti semula.

Menteri Pertahanan Yevhenii Khmara menyatakan kecepatan lebih dari 400 km/jam kini kembali dimungkinkan pada jaringan itu.

Imbas dari insiden pembatasan tersebut, Ukraina langsung mencari alternatif jaringan komunikasi lainnya.

Kementerian Pertahanan Ukraina menandatangani surat pernyataan minat bermitra dengan Nokia dan perusahaan satelit ICEYE.

Pencarian Alternatif dan Tanggapan Ahli

Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa komunikasi yang dapat diandalkan adalah masalah keamanan nasional.

Zelenskyy mengumumkan kemitraan terpisah dengan Norwegia untuk mengembangkan sistem pertahanan udara dan komunikasi.

CEO Space Capital Chad Anderson menyebut alternatif semacam itu mungkin baru terwujud dalam waktu dua hingga tiga tahun.

SpaceX sendiri memiliki sekitar 11.000 satelit di orbit serta memegang kontrak penting dengan Pentagon.

Sejumlah anggota parlemen AS mendesak penyelidikan resmi terhadap Musk dan SpaceX terkait perubahan sepihak layanan itu.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru