⌂ Beranda › News › Gelombang Demonstrasi Prancis Paksa Apple Tutup Tujuh Gerainya
News

Gelombang Demonstrasi Prancis Paksa Apple Tutup Tujuh Gerainya

Toko Apple Store di Prancis
Kemarahan Emmanuel Petit Menyikapi Gelombang Kerusuhan di Prancis Pexels
A A Ukuran Teks16px

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple, mengambil tindakan pengamanan dengan menutup sementara tujuh gerai ritel di Prancis pada Sabtu (24/10).

Langkah pencegahan ini diambil untuk melindungi keselamatan karyawan serta properti toko dari potensi kerusuhan selama gelombang demonstrasi lanjutan.

Berdasarkan laporan MacGeneration, tiga lokasi toko di Paris yang meliputi Champs-Élysées, Opéra, dan Marché Saint-Germain termasuk dalam daftar penutupan tersebut.

Ketiga gerai di ibu kota Prancis itu ditutup pada hari Sabtu dan dijadwalkan kembali beroperasi keesokan harinya dengan jam terbatas mulai pukul 12.00 hingga 18.00.

Situs resmi Apple juga mencatat penutupan serupa untuk gerai yang berlokasi di wilayah Bordeaux Sainte-Catherine serta Aix-en-Provence.

Kedua gerai di kota tersebut juga mengikuti jadwal pembukaan terbatas pada hari Minggu dengan durasi operasional yang sama.

Sementara itu, dua gerai lain yang terletak di Lille dan Strasbourg harus menutup layanan secara penuh sepanjang hari Sabtu dan Minggu.

Informasi pada situs Apple menyebutkan bahwa kedua gerai di Lille dan Strasbourg tersebut baru akan dibuka kembali pada hari Senin.

Seluruh toko yang mengalami penutupan sementara ini memiliki karakteristik arsitektur berupa pintu masuk yang menghadap langsung ke arah jalan raya.

Sebaliknya, gerai-gerai Apple Store yang berada di dalam area pusat perbelanjaan tetap menjalankan operasional seperti biasa.

Sebelum kebijakan penutupan ini diterapkan, gerai Apple di Lille dan Bordeaux sempat menjadi sasaran penjarahan dalam kerusuhan tanggal 17 Oktober.

Aksi demonstrasi di Prancis sendiri dipicu oleh masalah kenaikan biaya hidup serta kondisi sekolah yang dinilai memburuk oleh masyarakat.

Meskipun ratusan ribu warga sempat mengikuti unjuk rasa secara damai pada 17 Oktober, aksi kekerasan dan penjarahan tetap terjadi di beberapa kota.

Sejumlah penjarah yang mengambil unit demonstrasi iPhone dilaporkan merasa kecewa karena perangkat tersebut tidak dapat digunakan.

Unit demo iPhone yang berada di dalam toko secara otomatis akan dinonaktifkan serta menampilkan pemberitahuan bahwa perangkat sedang dilacak.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru