Manchester United harus berpikir masak-masak sebelum mengambil keputusan untuk memecat Michael Carrick.
Klub berjuluk Setan Merah tersebut harus mengeluarkan kompensasi finansial yang cukup besar.
Masa depan Carrick berada dalam ancaman menyusul catatan buruk tim yang puasa kemenangan dalam delapan laga terakhir.
Suasana ruang ganti dilaporkan tidak lagi harmonis karena sejumlah pemain senior dikabarkan tidak menyukai metode kepelatihannya.
Sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon pengganti, mulai dari Julian Nagelsmann, Antonio Conte, hingga Eddie Howe.
Kendati demikian, manajemen klub belum mengambil langkah buru-buru untuk memberhentikan sang manajer.
Carrick terpantau masih memimpin sesi latihan skuad di Carrington setelah melakukan pertemuan dengan Direktur Olahraga Jason Wilcox.
Faktor finansial menjadi alasan utama mengapa klub belum memutuskan nasib Carrick.
Carrick baru melewati empat bulan dari durasi kontrak dua tahun yang diteken pada musim panas lalu.
Dengan gaji berkisar antara 5 hingga 6,5 juta paun per tahun, Carrick berhak atas pesangon setidaknya 7,2 juta paun.
Nilai pesangon maksimal bahkan bisa mencapai 8,8 juta paun atau setara dengan Rp 212 miliar.
Angka tersebut belum termasuk kompensasi tambahan untuk jajaran staf kepelatihan yang mendampingi Carrick.