Teknologi Flood Eye yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan Internet of Things kini dipasang di Meteseh, Semarang.
Perangkat pintar tersebut difungsikan untuk memantau debit air sekaligus memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi banjir.
Sistem ini dikembangkan secara khusus guna mendukung pemantauan kondisi air agar berjalan lebih akurat dan terintegrasi. Kehadiran teknologi itu diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan publik maupun pemerintah.
Pemasangan perangkat tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi KONEKSI antara Australia dan Indonesia. Inisiatif ini melibatkan University of Wollongong Australia, Universitas Telkom, serta BPBD Kota Semarang.
Melalui pemantauan yang lebih optimal, potensi bahaya dapat dideteksi lebih awal. Langkah antisipasi pun diharapkan bisa dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
