Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana alam secara bersamaan mulai dari gempa bumi hingga erupsi gunung api.
Pakar vulkanologi UGM Prof. Agung Harijoko menyatakan erupsi sejumlah gunung api secara bersamaan secara ilmiah sangat mungkin terjadi.
Saat ini terdapat 127 gunung api aktif di Indonesia yang diklasifikasikan ke dalam tipe A, B, dan C.
Pemantauan paling intensif dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terhadap gunung api tipe A.
Erupsi beberapa gunung api dalam waktu berdekatan tidak otomatis berarti satu gunung memicu aktivitas gunung lainnya.
Masyarakat diimbau agar selalu merujuk informasi aktivitas vulkanik pada kanal resmi PVMBG untuk menghindari berita keliru.
Ancaman Tektonik dan Tantangan Mitigasi
Prof. Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa aktivitas tektonik tinggi menempatkan Indonesia pada risiko gempa bumi dan tsunami.
Lokasi potensi gempa megathrust dapat dipetakan secara spasial, namun waktu kejadiannya tidak bisa diprediksi secara akurat.
Pengembangan sistem peringatan dini gempa di Indonesia masih terkendala oleh kualitas dan jangkauan jaringan komunikasi.
Pemerhati kebijakan manajemen bencana UGM Dr. Bevaola Kusumasari menyoroti anggaran mitigasi yang kerap kalah menarik dibanding respons.
Koordinasi lintas lembaga serta edukasi risiko bencana yang melibatkan pemuka agama dinilai krusial untuk memperkuat kesiapsiagaan.
