Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sedang menjalankan proyek konstruksi penguatan struktur lapangan Field of Play (FOP).
Kondisi tersebut membuat Timnas Indonesia tidak bisa memakainya untuk agenda FIFA Matchday dalam kurun waktu tersebut.
Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK Mokhamad Rofik Anwar menjelaskan mengenai perbaikan ini di Jakarta.
Base line lapangan FOP GBK saat ini memakai lapisan batu dan kerikil yang berbeda dari stadion modern berbasikan beton.
Beban panggung dan peralatan produksi yang masif di tengah lapangan berpotensi melebihi kapasitas daya dukung eksisting.
Hal itu dapat memicu kerusakan struktur lapisan bawah lapangan serta mengganggu elevasi drainase.
Dampak lanjutannya bisa menyebabkan genangan air serta memengaruhi tingkat kerataan permukaan lapangan.
Program penguatan struktur FOP ini menjadi langkah adaptif dalam mengakomodir perkembangan berbagai kegiatan non olahraga maupun sepakbola.
Proses perbaikan telah dimulai sejak Jumat (30/10/2026) dan dijadwalkan rampung pada April 2027.
Rumput lapangan dikupas untuk melakukan proyek pemancangan sehingga kegiatan olahraga belum bisa dilangsungkan.
Namun, agenda non olahraga seperti acara Tiberias dan konser BTS masih tetap berjalan menggunakan grass cover.
Penanaman rumput baru dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan Januari sesuai dengan timeline yang ditetapkan.
Masa uji coba diharapkan selesai pada akhir April agar situasi lapangan menjadi jauh lebih baik.
Direktur Utama PPGBK Rakhmadi A. Kusumo menyatakan bahwa Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
Pihaknya harus berhati-hati dalam menjanjikan waktu yang lebih cepat demi menjaga presisi lapangan.
Proses perbaikan ini juga telah dikoordinasikan bersama Kemensetneg, Kemenpar, Kemenpora, serta PSSI.