⌂ Beranda › News › Google kehilangan Rp 9.000 triliun akibat fitur AI terintegrasi
News

Google kehilangan Rp 9.000 triliun akibat fitur AI terintegrasi

Gedung kantor Google dan layanan mesin pencari
Google kehilangan Rp 9.000 triliun akibat fitur AI terintegrasi Pexels
A A Ukuran Teks16px

Alphabet selaku induk perusahaan Google mengalami penurunan nilai pasar hingga sekitar Rp 9.000 triliun pada hari Kamis waktu setempat.

Kondisi tersebut membuat para investor merasa panik sehingga saham perusahaan menyentuh level terendah dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Ringkasan AI Pengaruhi Pendapatan Iklan

Kehadiran fitur ringkasan AI di mesin pencari Google terbukti memberikan pengaruh terhadap perolehan pendapatan dari sektor iklan.

Padahal, penjualan iklan yang tampil berdampingan dengan hasil Google Search merupakan penyumbang terbesar bagi bisnis Alphabet.

Secara keseluruhan, total pendapatan Alphabet sebenarnya tumbuh 25% dibanding tahun lalu dan mencapai USD 127,6 miliar.

Keberhasilan tersebut ditopang oleh performa Google Cloud yang mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 103% hingga hampir menyentuh USD 31 miliar.

Namun, laba perusahaan justru mengalami penurunan signifikan sebesar 25% pada periode yang sama.

Alphabet juga mencatat arus kas bebas negatif yang melebihi USD 9 miliar atau hampir dua kali lipat dari kerugian tiga bulan sebelumnya.

Pengeluaran besar tersebut hampir seluruhnya dialokasikan khusus untuk mendanai investasi di bidang kecerdasan buatan.

Total nilai pasar saham perusahaan akhirnya turun menjadi USD 3,46 triliun dari posisi sebelumnya sebesar USD 3,97 triliun.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru