⌂ Beranda › News › Analisis Blockchain Ungkap Peran Hacker Korut dalam Bobol Binance
News

Analisis Blockchain Ungkap Peran Hacker Korut dalam Bobol Binance

Ilustrasi peretasan mata uang kripto dan keamanan blockchain
Pasar Kripto Terguncang, Binance Selidiki Dugaan Kebocoran Aset Pexels
A A Ukuran Teks16px

Dua perusahaan analitik blockchain mendeteksi adanya data intelijen kuat terkait peretasan besar bursa kripto.

Kelompok hacker yang didukung Korea Utara dituding sebagai tersangka utama dalam aksi pencurian tersebut.

Nilai aset digital yang amblas dalam insiden di Binance ini diperkirakan mencapai USD 6,3 miliar atau setara Rp 114 triliun.

TRM Labs bersama Chainalysis mengidentifikasi Grup Lazarus atau TraderTraitor dengan tingkat keyakinan tinggi.

Aktivitas siber ini dinilai sebagai bagian dari upaya pendanaan negara yang dijalankan oleh pemerintahan setempat.

Sebelumnya, pihak berwenang juga mengaitkan kelompok peretas yang sama dengan pencurian dana di bursa Bybit tahun lalu.

Operasi siber tersebut dikabarkan dikembangkan secara sistematis dengan merekrut mahasiswa berprestasi dari universitas.

Sebagian kegiatan peretasan bahkan dilaporkan beroperasi langsung dari wilayah di seberang perbatasan negara.

Dalam aksi terbaru di Binance, agen-agen terkait diduga memanipulasi otorisasi khusus pada sistem dompet digital.

Tindakan itu mengubah hot wallet agar dapat memindahkan dana secara otomatis kepada pihak penyerang.

Binance menyatakan sekitar 80% dari total aset yang dicuri berhasil diamankan kembali oleh pihak bursa.

Para ahli menduga kemajuan teknologi kecerdasan buatan turut dimanfaatkan dalam upaya penyusupan sistem keamanan tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru