Kepolisian Spanyol membuka penyelidikan resmi atas kematian striker Tenerife Jesus de Miguel.
Pemain berusia 30 tahun itu tewas setelah bertubrukan dengan kiper lawan dalam laga divisi dua Liga Spanyol.
Insiden maut tersebut terjadi di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez pada Senin (2/11/2026).
De Miguel mengalami cedera parah ketika berebut bola dengan penjaga gawang Andorra, Jesus Owono.
Tayangan ulang memperlihatkan kaki Owono menghantam bagian dada dan kepala De Miguel.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Proses Investigasi dan Hukum
Media AS Diario melaporkan bahwa investigasi kepolisian fokus pada peristiwa di pertandingan itu.
Jaksa penuntut umum menilai sangat sulit membuka proses pidana atas kematian pesepakbola di lapangan.
Pengadilan masih harus menunggu keputusan resmi dari Komite Disiplin Olahraga Spanyol.
Komite tersebut bertugas mencari tahu apakah kiper Jesus Owono sengaja menubruk De Miguel.
Penjaga gawang Timnas Equatorial Guinea itu sebelumnya sudah diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras.
Kepala Jaksa Penuntut Umum Santa Cruz de Tenerife, Jose Luis Sanchez-Jauregui, memberikan penjelasan.
Pihaknya perlu menunggu putusan peradilan olahraga untuk mengklarifikasi tindakan dalam laga tersebut.
Mahkamah Agung Spanyol tidak memasukkan kecelakaan di bidang olahraga berujung kematian sebagai tindak pidana.
Aturan itu memiliki pengecualian jika terdapat unsur agresi yang disengaja saat pertandingan dihentikan.