Klub Como memiliki panutan tersendiri dalam membangun fondasi tim sepak bola mereka musim ini.
Manajemen klub berkeinginan untuk mendatangkan pemain dengan strategi serupa Brentford dan Brighton & Hove Albion.
Selain strategi transfer pemain tersebut, Como juga ingin menerapkan skema permainan di lapangan layaknya Barcelona.
Performa Como sendiri kini tengah menjadi sorotan berkat pencapaian positif di kompetisi domestik maupun Eropa.
Di bawah arahan pelatih Cesc Fabregas, klub berjuluk I Lariani ini mampu bersaing di papan atas klasemen sementara.
Dalam kebijakan belanja pemain, Como memilih untuk bertindak sangat hati-hati di bursa transfer.
Pembelian terbesar mereka sejauh ini melibatkan transfer permanen Nico Paz dari Real Madrid dan Trevoh Chalobah dari Chelsea.
Presiden Como, Mirwan Suwarso, memberikan penjelasan terbuka terkait arah kebijakan transfer klub.
Menurutnya, Brentford dan Brighton menjadi rujukan utama bagi banyak pihak dalam hal perekrutan pemain.
Pihak klub mengincar para pemain yang dinilai memiliki harga di bawah nilai pasar sebenarnya.
Pemain-pemain tersebut kemudian bakal disesuaikan ke dalam kebutuhan unit tim secara keseluruhan.
Sementara itu, urusan filosofi permainan mengambil kiblat dari klub asal Spanyol, Barcelona.
Cesc Fabregas yang merupakan alumni akademi La Masia dinilai sangat cocok untuk mengusung identitas tersebut.
Klub ingin mempertahankan DNA sepak bola atraktif yang berfokus pada penguasaan bola dan tekanan tinggi.