"Semuanya perlu diwaspadai, di lapangan itu hasilnya tergantung dari diri kami sendiri, kesiapan kami bagaimana? Karena semua lawan itu susah," ujar Joaquin.
Rekan duetnya, Raymond Indra, turut menambahkan bahwa keberhasilan calon lawan menumbangkan unggulan utama menjadi bukti kesiapan matang dari pasangan Malaysia tersebut menjelang laga final.
"Pasangan Malaysia bisa mengalahkan Kim/Seo, bukan berarti tantangan di final lebih ringan. Artinya Goh/Izzuddin lebih siap dan mereka pasti mempersiapkan diri lebih baik lagi," sahut Raymond.
Perjalanan Raymond/Joaquin menuju final dipenuhi catatan impresif, termasuk mengalahkan Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dari Jepang dengan skor 21-9 dan 21-13 pada babak pertama.
Mereka kemudian membuat kejutan besar di babak 16 besar dengan memulangkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dua gim langsung 21-14 dan 21-14.
Pada babak perempat final, Raymond/Joaquin menyisihkan pasangan Jepang lainnya, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan ketat tiga gim dengan skor 16-21, 24-22, dan 21-18.
Rekor pertemuan antara Raymond/Joaquin dan Goh/Izzuddin saat ini tercatat masih imbang 1-1.
Goh/Izzuddin yang menempati peringkat delapan dunia memenangi duel terakhir mereka di Indonesia Masters 2026 dengan skor 21-19 dan 21-13.
>>> Prabowo Subianto Motivasi Siswa Sekolah Rakyat di Tabanan, Bali
Sebaliknya, Raymond/Joaquin mencatat kemenangan pada pertemuan pertama di Australia Open 2025 dengan skor 21-15 dan 21-15, di mana saat itu mereka berhasil keluar sebagai juara turnamen level Super 500.
