Masalahnya, kondisi ekonomi tidak selalu menunggu kesiapan seseorang. Pelemahan rupiah mengingatkan bahwa guncangan ekonomi bisa datang kapan saja.
Bagi generasi sandwich, dana darurat memiliki fungsi yang jauh lebih penting dibanding kelompok lain. Mereka bukan hanya menjadi penyangga bagi diri sendiri, tetapi juga bagi dua generasi sekaligus.
Dana darurat adalah dana yang disisihkan untuk situasi darurat seperti kehilangan pekerjaan, masalah kesehatan, kecelakaan, atau kerusakan rumah.
>>> IHSG Anjlok ke Level 5.400 pada Awal Pekan, Saham Bank Besar Tertekan
Ketika orangtua sakit atau kehilangan sumber pendapatan, ketika anak membutuhkan biaya mendadak, atau ketika terjadi gangguan pekerjaan, generasi sandwich biasanya menjadi pihak pertama yang harus turun tangan.
Karena itu, membangun cadangan kas menjadi kebutuhan yang mendesak.
Dalam pertandingan tenis, Nadal sering dikenal karena kemampuannya bertahan dalam reli panjang. Ia tidak selalu mencari pukulan kemenangan dalam satu kesempatan.
Ia memastikan dirinya tetap berada dalam permainan sampai peluang yang tepat datang. Dana darurat bekerja dengan prinsip yang sama.
Tujuannya bukan membuat seseorang kaya, melainkan memastikan keluarga tetap bertahan ketika situasi berubah.
Diversifikasi pendapatan menjadi keharusan. Ada perubahan penting dalam lanskap ekonomi modern.
Dulu, satu pekerjaan tetap sering dianggap cukup untuk menopang kehidupan keluarga. Kini asumsi tersebut semakin sulit dipertahankan.
Generasi sandwich menghadapi risiko yang lebih besar karena banyak pihak bergantung pada satu sumber pendapatan.
Ketika ekonomi melambat, perusahaan dapat menunda ekspansi, mengurangi bonus, atau melakukan efisiensi tenaga kerja.
Karena itu, memiliki lebih dari satu sumber pendapatan bukan lagi sekadar tren, melainkan strategi perlindungan. Bentuknya tidak harus selalu bisnis besar.
Sebagian orang memperoleh tambahan penghasilan dari pekerjaan lepas, konsultasi, mengajar, membuat konten digital, atau usaha kecil berbasis keterampilan yang dimiliki.
