>>> Microsoft Luncurkan Xbox Series X25 Edisi Khusus Transparan untuk Rayakan 25 Tahun
"Kami menyambut baik berbagai langkah pembenahan yang diumumkan Kepala BGN, khususnya kebijakan moratorium pembangunan dapur SPPG baru, refocusing penerima manfaat, serta pergeseran fokus dari kuantitas menjadi kualitas MBG," ujarnya.
Perubahan fokus kebijakan tersebut dipandang sebagai hal krusial untuk memastikan dampak nyata pada perbaikan gizi masyarakat.
"Fokus baru kebijakan ini adalah yang selama ini kami tunggu untuk memastikan program berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat," kata Charles.
Masa penghentian sementara ini dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi total pada tata kelola dan standar operasional prosedur.
"Serta memastikan seluruh dapur yang telah beroperasi memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas gizi yang ditetapkan.
Terlebih dalam kondisi keuangan negara yang sedang menghadapi tekanan, langkah menahan ekspansi dan memprioritaskan pembenahan merupakan pilihan yang bijaksana dan bertanggung jawab," pungkas Charles.
Sebelumnya, kebijakan moratorium ini diumumkan oleh Kepala BGN Nanik S.
Deyang dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026), sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran.
"Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran," kata Nanik.
Pihak BGN merumuskan empat langkah taktis, termasuk refocusing penerima manfaat dan moratorium dapur titik-titik baru.
>>> Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid, Mourinho Jadi Target
"Dalam rangka efisiensi anggaran maka hal yang kami lakukan adalah pertama refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik-titik baru," jelas Nanik.
