Dalam skema yang disiapkan, bangunan Stasiun Karet nantinya akan beralih fungsi menjadi selasar penghubung yang terkoneksi langsung ke Stasiun BNI City.
Seluruh proses akses penumpang, termasuk tap in dan tap out, nantinya akan dipusatkan sepenuhnya di Stasiun BNI City.
"Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar gitu ya," ujar Bobby Rasyidin.
Meskipun sistem operasionalnya diintegrasikan, Stasiun Karet dipastikan tidak akan ditutup dan tetap melayani aktivitas naik-turun penumpang KRL Commuter Line.
Kawasan di sekitar stasiun juga akan ditata menjadi ruang publik yang ramah bagi masyarakat.
"Demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator. Jadi semua nanti, gate-in dan gate-out-nya itu ada di stasiun BNI City," tegas Bobby Rasyidin.
Proyek penyelarasan ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.
Pengembangan ini mengintegrasikan KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan Kereta Bandara.
>>> Minyakita Dialihkan ke Pasar Rakyat, Bantuan Pangan Gunakan Komoditas Lain
Penataan ini diharapkan menjadi elemen penting dalam mewujudkan konektivitas antarmoda yang terintegrasi penuh pada 2027.
