Asisten Kepala Insinyur Lexus Yasuyuki Terada pernah mengungkapkan bahwa wilayah seperti Jepang memberlakukan lisensi khusus untuk pengemudi mobil manual.
Sistem elektrik yang bisa dinonaktifkan ini berpotensi membingungkan penentuan kategori surat izin mengemudi.
Integrasi Fitur Keselamatan Elektronik
Guna mengantisipasi kendala operasional, Toyota menyertakan sejumlah fitur keselamatan elektronik dalam paten terbarunya. Sistem dirancang mampu mengidentifikasi tingkat kompetensi pengemudi secara otomatis.
Pengemudi pemula akan menerima intervensi bantuan elektronik yang lebih intensif, termasuk aktivasi fitur hill hold assist.
Sebaliknya, pengendara berpengalaman hanya akan mendapat bantuan komputer pada situasi tertentu yang dinilai krusial.
Perusahaan bahkan mempertimbangkan penyematan mode launch control pada sistem transmisi virtual ini. Fitur tersebut memungkinkan simulasi pelepasan kopling secara agresif untuk menghasilkan akselerasi awal yang lebih optimal.
Langkah riset ini menegaskan komitmen Toyota dalam mempertahankan keterlibatan aktif pengemudi yang menjadi daya tarik utama mobil performa.
>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun
Hingga kini, perusahaan belum merilis jadwal resmi peluncuran massal teknologi tersebut untuk pasar komersial.
