⌂ Beranda News Teknisi Ungkap Cara Atasi Jarak Tempuh Baterai Mobil Listrik Menurun
News

Teknisi Ungkap Cara Atasi Jarak Tempuh Baterai Mobil Listrik Menurun

Teknisi memeriksa baterai mobil listrik di bengkel
Teknisi memeriksa baterai mobil hybrid
A A Ukuran Teks16px

Penurunan jarak tempuh pada baterai kendaraan listrik dan hybrid setelah beberapa tahun pemakaian dapat diatasi tanpa harus mengganti komponen baru.

Solusinya adalah melalui proses balancing tegangan setiap sel baterai.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan bahwa balancing berfungsi menyamakan perbedaan voltase antar sel baterai.

Perbedaan voltase ini muncul akibat pemakaian dan membuat paket baterai tidak bekerja optimal.

"Balancing itu menyamakan isi atau voltase setiap sel baterai biar menjadi sama.

Misal ada 3 sel baterai dengan volt yang berbeda, nanti volt yang tinggi akan berkurang untuk mengisi volt yang rendah sampai hampir sama," kata Yogig.

Penurunan jarak tempuh hingga sekitar 30 persen dari kondisi awal menjadi indikator utama bahwa baterai perlu di-balance.

"Tapi kalau misal ngerasanya berkurangnya 30 persen-an itu, mungkin bisa ketolong sama balancing dulu," ujarnya.

Namun, jika penyusutan daya jelajah sudah mencapai 50 persen, itu menandakan adanya kerusakan permanen pada satu atau beberapa sel.

"Tapi kalau misal berkurangnya hampir 50 persen, kemungkinan ada baterai yang udah benar-benar rusak," kata Yogig.

Setelah proses balancing, pemilik kendaraan disarankan memantau stabilitas jarak tempuh selama beberapa siklus pengisian daya.

"Tapi kalau nanti udah di-balancing, ternyata dipakai nge-cas sampai kurang lebih lima kali cas, terus berkurang lagi jarak tempuhnya, nah itu berarti ada kemungkinan baterai sudah mengalami kerusakan," jelas Yogig.

Proses balancing dapat memulihkan performa baterai mobil listrik dan hybrid yang mengalami penurunan jarak tempuh hingga kisaran 30 persen.

Langkah ini menjadi solusi efektif sebelum memutuskan penggantian baterai.

📰 Update Terbaru