>>> Lawson Hadirkan Promo Serius Murah Seminggu Juni 2026
Faktor kebutuhan hunian, kondisi ekonomi rumah tangga, hingga ekspektasi terhadap harga properti juga turut memengaruhi keputusan pembelian.
Rumah123 menilai pasar properti masih menunjukkan tingkat resiliensi yang cukup baik di tengah dinamika suku bunga dan kebijakan moneter yang berubah.
Dampak Terlihat Lebih Cepat pada Psikologis Konsumen
Meski demikian, perubahan suku bunga tetap memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumen, terutama pada tahap awal pencarian rumah.
Data internal Rumah123 menunjukkan dampak kenaikan bunga paling cepat tercermin pada aktivitas pencarian informasi pembiayaan.
Saat SBDK masih rendah dan stabil di kisaran 7,3 persen, halaman KPR Rumah123 mencatat tingkat kunjungan yang tinggi.
Namun ketika SBDK mulai meningkat, rata-rata kunjungan ke laman simulasi KPR turun hingga 30 persen pada Oktober 2024.
Temuan tersebut mengindikasikan masyarakat menjadi lebih berhati-hati ketika biaya pinjaman berpotensi meningkat.
VP of Marketing Rumah123 Firman Pamungkas menjelaskan, konsumen umumnya tidak langsung membatalkan rencana membeli rumah saat bunga naik.
Sebaliknya, mereka cenderung memperpanjang proses pengambilan keputusan.
“Ketika suku bunga meningkat, konsumen umumnya tidak langsung membatalkan rencana membeli rumah.
Yang lebih sering terjadi adalah mereka memperpanjang fase pertimbangan, melakukan lebih banyak simulasi pembiayaan, dan menjadi lebih selektif dalam menentukan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan cicilan mereka.
Karena itu, perubahan bunga perlu dibaca sebagai perilaku konsumen yang semakin hati-hati,” kata Firman.
Penurunan trafik pada halaman simulasi KPR menjadi salah satu indikator awal yang menunjukkan perubahan sentimen konsumen terhadap pembiayaan perumahan.
Segmen Menengah Masih Mendominasi Pasar
Di tengah ketidakpastian suku bunga, pasar properti nasional masih ditopang oleh kelompok pembeli rumah di segmen menengah.
Data Rumah123 pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa properti dengan harga Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar menjadi segmen dengan permintaan terbesar, mencapai 35,5 persen dari total permintaan nasional.
