Investor membutuhkan kepastian konkret mengenai disiplin anggaran agar tingkat kepercayaan pasar kembali pulih.
"Soal kita itu adalah soal confidence risk. Jadi kalau isu ini di-address, sebetulnya ada harapan ini bisa diperbaiki," jelas Chatib Basri.
Ia mengingatkan, potensi perlambatan penerimaan pajak pada kuartal ketiga dan keempat dapat mendorong defisit anggaran melampaui batas legal jika penghematan belanja tidak segera dilakukan.
Tanpa penyesuaian belanja, stabilitas makroekonomi akan menghadapi tekanan berat dari persepsi negatif investor.
"Inilah yang kemudian menimbulkan anxiety dari investor," pungkasnya.
Merespons situasi ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan melakukan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga secara selektif hingga situasi global stabil.
Kendati demikian, Airlangga menegaskan anggaran untuk program prioritas senilai Rp446 triliun, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp268 triliun, tidak akan dikurangi karena merupakan investasi jangka panjang.
"Program unggulannya tidak ada yang dirubah, karena itu investasi jangka panjang," ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah berbeda untuk menutup defisit anggaran negara.
>>> Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Mozambik di GBK
Menteri Keuangan dijadwalkan terbang ke China pada 16 Juni mendatang guna mempromosikan penerbitan surat utang negara.