Kebijakan imigrasi AS dan kemungkinan adanya operasi dari petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) ikut memicu rasa tidak nyaman.
Menjelang acara tersebut, pemerintah AS menolak menutup kemungkinan adanya pemeriksaan atau penangkapan di sekitar stadion Piala Dunia.
Harga tiket Piala Dunia 2026 mencapai Rp198 juta.
Banyak kursi dijual dengan harga ribuan dolar AS, sementara tiket premium untuk pertandingan final semula dibanderol sekitar $11.000 atau sekitar Rp198 juta.
FIFA menggunakan sistem dynamic pricing, yaitu harga tiket bisa berubah cukup besar tergantung permintaan.
Bahkan dalam fase penjualan yang sama, penggemar bisa membayar harga berbeda untuk kursi yang identik.
Selain itu, muncul laporan bahwa pembeli yang sudah memilih kategori atau lokasi tertentu di dalam stadion justru menerima tiket untuk kursi yang lebih buruk.
Organisasi penggemar dan kelompok perlindungan konsumen menuduh FIFA memasang harga berlebihan, tidak transparan, dan menerapkan praktik penjualan yang tidak adil.
Mereka telah mengajukan pengaduan resmi ke Uni Eropa.
Jaksa agung negara bagian New Jersey dan New York di AS juga telah membuka penyelidikan terhadap sistem penjualan tiket FIFA.
Hanya beberapa pekan sebelum pertandingan pembuka, sangat sedikit laga yang sudah terjual habis.
>>> John Herdman Ubah Formasi Timnas Indonesia Kontra Mozambik
Per 28 Mei, tiket termurah untuk final yang tersedia di situs FIFA tercantum seharga $8.625 atau sekitar Rp155 juta.
Kursi di area pengguna kursi roda dijual mulai dari $10.350 atau sekitar Rp186 juta.
Kursi terakhir yang masih tersedia, yang berada di baris depan salah satu sektor dekat bendera sudut, tercantum dengan harga $690.000 atau sekitar Rp12,42 miliar.
Selain penjualan tiket resmi, FIFA juga mengoperasikan platform penjualan kembali miliknya sendiri, dengan mengambil komisi 30% dari setiap transaksi.
